Perbedaan Rematik dan Asam Urat

Perbedaan Rematik dan Asam Urat

Perbedaan Rematik dan Asam Urat – Meskipun sama-sama memunculkan kerusakan pada persendian dan juga otot, rematik dan asam urat ternyata jenis penyakit yang berbeda. Agar Anda tidak salah langkah dalam mengatasinya, tentu Anda harus cari tahu perbedaan dari keduanya.

Perbedaan Rematik dan Asam Urat

Dan sebentar lagi Anda akan tahu perbedaan dari kedua penyakit tersebut dengan terus melanjutkan membaca artikel ini sampai habis. Mari kita mulai dengan mengetahui terlebih dahulu tentang penyakit rematik.

Rematik

Rematik atau rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun yang kerap menyerang persendian. Namun terkadang organ lain seperti kulit, paru paru, mata dan jaringan saraf juga ikut terserang.

Pada pengidap rematik, sendi antar tulang mengalami bengkak akibat peradangan. Hal ini bisa sebabkan kerusakan bahkan bisa sebabkan kecacatan pada tulang dan juga jaringan ikat sendi. Berikut gejala yang seringkali dimunculkan rematik:

  • Bengkak pada sendi
  • Nyeri di area sendi dan biasanya akan memburuk di pagi hari ketika bangun tidur atau setelah Anda beraktivitas.
  • Demam
  • Kelelahan
  • Berat badan menurun

Disamping itu, rematik muncul saat sistem kekebalan tubuh tak mampu mengenali jaringan tubuh sendiri dan malah menyerang sinovium yakni selaput tipis yang berfungsi untuk melapisi persendian. Reaksi ini lalu memunculkan peradangan pada sendi.

Biasanya rematik tidak diawali oleh penyebab yang spesifik. Namun beberapa hal diketahui bisa memicu kondisi rematik, antara lain:

  • Riwayat rematik pada keluarga
  • Pertambahan usia
  • Obesitas
  • Kebiasaan merokok
  • Paparan zat kimia tertentu dari lingkungan

Asam Urat

Berbeda dengan rematik, asam urat adalah kondisi di mana kadar asam urat dalam tubuh meningkat dan bila dibiarkan begitu saja, kadar asam urat dalam darah akan membentuk kristal-kristal tajam yang bisa melukai persendian.

Dan bila asam urat sudah parah, ternyata penyakit ini dapat memunculkan berbagai komplikasi salah satunya adalah batu ginjal. Salah satu gejala asam urat yaitu rasa nyeri yang dimunculkan terasa di bagian kaki, jari jari, pergelangan dan siku. Rasa nyeri tersebut bisa berlangsung hingga berhari hari.

Meski gejala asam urat cukup mirip dengan rematik, namun faktor pemicunya sangat berbeda. Asam urat dipicu oleh konsumsi beberapa jenis makanan dan minuman tertentu. Tahukah Anda, asam urat berasal dari perombakan zat yang bernama purin. Zat ini secara alami sudah dihasilkan di dalam tubuh serta bisa ditemukan di beberapa jenis makanan dan minuman berpurin tinggi.

Normalnya, asam urat terurai dalam darah untuk kemudian dibuang melalui urin. Tapi metabolisme asam urat dalam darah bisa terganggu akibat sejumlah faktor berikut, di antaranya:

  • Mengonsumsi makanan dan minuman berpurin tinggi seperti daging, seafood dan alkohol
  • Obesitas atau kegemukan
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu
  • Tingkat hormon tiroid yang rendah

Apakah mungkin seseorang menderita rematik dan asam urat sekaligus?

Meski penyebab rematik dan asam urat berbeda, namun keduanya memiliki persamaan yaitu mengakibatkan kerusakan pada persendian, otot dan juga organ. Tak sedikit yang bertanya, apakah mungkin seseorang bisa menderita rematik dan asam urat sekaligus?

Jawabannya mungkin saja bagi penderita rematik untuk menderita asam urat. Dalam sebuah riset yang melibatkan penderita rematik beberapa diantaranya ternyata menderita asam urat setelah beberapa tahun.

Penyakit asam urat tersebut ternyata muncul akibat pasien bertambah tua, mengalami kegemukan atau obesitas dan tidak dapat membatasi makanan sumber purin.

Mencegah rematik dan asam urat

Untuk menghindari dua penyakit ini, batasi asupan makanan berpurin tinggi khususnya bila Anda sudah memasuki usia 30 tahun keatas. Bukan hanya itu, Anda juga harus menambah asupan makanan yang dapat menurunkan kadar asam urat seperti buah dan sayur.

Dan jangan lupa melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki atau berenang secara rutin guna memperkuat, melenturkan otot-otot antar sendi, mengatasi kelelahan, obesitas, hipertensi, memperlancar peredaran darah serta menjaga tubuh agar tetap bugar.

Namun bila Anda mengalami gejala rematik dan asam urat, segera konsultasikan pada dokter untuk memperoleh pengobatan yang tepat, Karena pengobatan untuk dua jenis penyakit ini harus disesuaikan dengan kondisi Anda.

Inti dari artikel ini yaitu jangan pernah anggap remeh bila Anda merasa nyeri di persendian jari tangan dan kaki. Deteksi lebih awal penyakit Anda guna menghindarkan Anda dari berbagai komplikasi rematik dan asam urat yang mungkun muncul.

Posted by beritaharianmu.com

Perbedaan Rematik dan Asam Urat

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Chat Via WhatsApp