Akibat Hoaks Hipertensi Bisa Kambuh

Akibat Hoaks Hipertensi Bisa Kambuh

Akibat Hoaks Hipertensi Bisa Kambuh – Semakin ke sini peredaran berita palsu atau dikenal dengan hoaks menjadi semakin merajalela. Anda sebagai seorang pencari informasi dituntut untuk benar-benar kritis agar tidak terjebak ke dalam jerat hoaks.

Hal tersebut perlu benar-benar diperhatikan, khususnya jika Anda adalah penderita hipertensi. Karena pasalnya, membaca berita hoaks dapat membuat penyakit Hipertensi Anda kambuh.

Akibat Hoaks Hipertensi Bisa Kambuh

Hipertensi merupakan kondisi kronis yang menjadi faktor risiko berbagai kondisi mematikan seperti serangan jantung dan stroke. Meski sering tidak menunjukan gejala, tapi penyakit ini perlu sangat diwaspadai dan dikendalikan.

Seperti dengan cara rutin mengonsumsi obat anti hipertensi, menerapkan pola makan sehat dan rendah garam, rutin melakukan olahraga, dan lain sebagainya.

Terdapat beberapa alasan mengapa hoaks atau berita bohong dapat mengakibatkan penyakit hipertensi kambuh, dan berikut penjelasannya.

  • Hoaks bikin Anda salah terapi

Hoaks sangat mungkin beredar untuk memberikan informasi menyesatkan yang membuat Anda tidak menjalani pengobatan atau perubahan gaya hidup dengan sesuai rekomendasi dokter. Seperti berita hoaks tentang produk tertentu yang mengkalim bisa menyembuhkan hipertensi.

Hal seperti itu dapat membuat Anda menghentikan konsumsi obat antihipertensi yang diberikan oleh dokter, atau membuat Anda menjadi tidak menjaga pola makan rendah garam yang telah diterapkan selama ini.

Jika Anda termakan oleh hoaks dan melakukan perubahan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, maka bisa saja hipertensi yang dialami akan semakin menjadi-jadi tanpa Anda ketahui. Ingat, hipertensi adalah penyakit yang tidak terdeteksi hinggga pada akhirnya bisa menyebabkan perburukan kondisi.

  • Hoaks bikin emosi

Hoaks bisa menimbulkan perubahan emosi yang bisa menyebabkan kambuhnya hipertensi. Contohnya berita hoaks yang Anda baca atau dengar bisa memicu terjadinya kemarahan, stres, atau cemas berlebih. Berbagai emosi tersebut tentu bisa memberikan dampak pada tekanan darah Anda.

Stres, misalnya secara luas dikenal bisa menimbulkan kenaikan tekanan darah. Jika Anda mengalaminya, maka tubuh akan menghasilkan hormon adrenalin serta kortisol. Dimana kedua hormon ini mengakibatkan perubahan kerja tubuh, yaitu membuat pembuluh darah menyempit dan tekanan darah meningkat.

Kondisi tersebut memang hanya bersifat sementara dan akan kembali normal saat Anda sudah tidak stres lagi. Namun kendati begitu, jika Anda mengalami stres dan tekanan darah meningkat berulang kali, tentu hal ini sangat tidak baik apalagi jika Anda seorang penderita Hipertensi.

Tidak hanya sampai disitu, gejolak emosi yang ditimbulkan oleh hoaks juga rentan membuat Anda melakukan gaya hidup yang buruk. Misalnya gejolak emosi, perasaan tertekan, dan stres yang dirasakan gara-gara membaca hoaks atau berita bohong yang bisa membuat Anda menerapkan gaya hidup buruk.

Seperti diantaranya: merokok, minum alkohol, atau makan berlebihan. Hal-hal seperti itu dapat membuat penyakit hipertensi yang Anda alami menjadi semakin parah, bahkan dapat membuat orang yang sehat pun mengalami hipertensi.

Berdasar pada 2 alasan di atas, Anda yang sehat atau telanjur menjadi penderita hipertensi sebaiknya lebih bijaksana dalam menyikapi suatu berita. Jangan sampai informasi palsu, berita bohong, atau jenis hoaks lainnya menganggu serta mengakibatkan kerusakan pada hidup Anda.

Akan lebih baik jika Anda menghindari berita-berita yang dapat memancing emosi, meski itu berita asli sekalipun. Pastikan pula Anda tidak lagi terpancing dengan berita yang belum tentu benar atau terbukti, apalagi jika itu menyangkut tentang kesehatan.

Posted by beritaharianmu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Chat dengan WhatsApp