Penyakit PPOK Pada Lansia

Tidak ada komentar 30 views

Penyakit PPOK Pada Lansia – PPOK atau Penyakit Paru Obstruksi Kronis merupakan jenis penyakit paru kronis. Biasanya ditandai dengan adanya gejala sesak napas yang hebat, dan disertai dengan batuk berulang. Gejala seperti ini terjadi pada penderita PPOK, karena adanya kerusakan pada saluran napas dan jaringan paru. Tentu saja hal ini akan menghambat aliran udara yang mengalir pada saluran pernapasan.

Penyakit PPOK Pada Lansia

Penyakit PPOK Pada Lansia

PPOK adalah salah satu jenis penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat di seluruh dunia. Namun, kebanyakan penderita PPOK ini adalah laki-laki. Indonesia PPOK merupakan peringkat kelima penyebab kesakitan terbanyak.

Hal ini terjadi karena kebiasaan merokok yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia terutama laki-laki. Selain itu, meningkatnya polusi udara yang ditimbulkan oleh kemajuan bidang industri juga menjadi faktor penyebab berkembangnya PPOK di Indonesia.

Selain itu, ternyata usia juga menjadi salah satu faktor yang dapat memicu PPOK. Penderita PPOK akan mengalami kondisi yang sangat fatal pada usia 65-74 tahun. Sedangkan pada usia 75-84 tahun, keadaan akan semakin fatal bahkan 3 kali lipat. Pada umumnya, orang yang sudah lansia akan mengalami perubahan tulang, otot, dan juga jaringan paru, serta cairan respiratori yang turut berkontribusi dan menimbulkan kesulitan pada sistem pernapasan lansia.

Perkembangan PPOK pada umumnya berjalan lambat. Penyakit ini akan membuat kondisi seseorang semakin memburuk secara bertahap. Tanda-tanda atau gejala baru akan dirasakan setelah penderita sudah terlalu sering dan terlalu lama merokok. Atau bisa juga karena sering terpapar polusi udara yang ada di lingkungan dan tempat kerja.

Berikut adalah beberapa gejala yang akan timbul akibat PPOK :

  • Sesak napas yang hebat
  • Timbulnya bunyi mengi pada saat bernapas
  • Bibir terlihat lebih pucat atau tampak kebiruan
  • Batuk berdahak atau tidak berdahak yang terus berulang
  • Bentuk dada terlihat seperti tong kulit
  • Perubahan kulit menjadi kemerahan
  • Mudah merasa lelah
  • Nafsu makan menurun dan berat badan menjadi tidak stabil

Pengobatan Penyakit PPOK Pada Lansia

Pada umumnya penyakit PPOK memang sulit untuk disembuhkan secara total. Biasanya pengobatan yang dilakukan hanya untuk mengurangi gejala, atau menghambat perkembangan penyakit, mencegah serangan sesak, dan untuk meningkatkan kualitas hidup. Hal yang paling penting adalah penderita PPOK harus bisa menghindari gas dan partikel beracun.  Selain itu, berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghambat perkembangan penyakit :

  • Berhenti Merokok. Langkah yang paling utama dalam melakukan pengobatan PPOK adalah dengan berhenti merokok. Hal ini sangat penting dilakukan dalam upaya mencegah terjadinya kondisi yang lebih buruk pada penderita PPOK. Selain itu, kandungan dan racun yang ada dalam rokok harus benar-benar dihindari.
  • Terapi Paru. Program pengobatan seperti ini bisa dilakukan untuk mengurangi gejala PPOK. Biasanya terapi seperti ini dilakukan dengan melakukan pelatihan olahraga, pola makan, dan konseling dengan psikolog. Program seperti ini memang tidak langsung memperbaiki kondisi kesehatan. Namun, bisa membantu penderita untuk meningkatkan kualitas hidup, dan memperbaiki kemampuan dalam beraktivitas.

Itulah penjelasan yang dapat kami sampaikan tentang PPOK pada lansia. Bagi anda yang saat ini mempunyai gangguan pada paru sebaiknya segera terapkan gaya hidup sehat, dengan menghindari polusi udara, berhenti merokok, mengatur pola makan dan melakukan olahraga secara teratur.

Jika anda membutuhkan lebih banyak informasi tentang kesehatan, pengobatan dan solusi alami mengatasi berbagai jenis penyakit. Dapatakan informasinya dengan menghubungi kami di  Facebook  Twitter  atau  Google+

Post by : Berita harian

Penyakit PPOK Pada Lansia

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Penyakit PPOK Pada Lansia"