Penyakit Kulit Jamur Candida

Penyakit Kulit Jamur Candida

Penyakit Kulit Jamur Candida – Candidiasis yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh jamur candida, terlebih candida albicans. Jamur candida adalah jenis jamur yang dalam kondisi normal bisa ditemukan dalam tubuh seseorang dengan jumlah kecil.

Penyakit Kulit Jamur Candida

Salah satu komponen sistem kekebalan tubuh yang bisa menghambat pertumbuhan jamur lebih lanjut yaitu kulit. Jamur bisa menimbulkan penyakit jika daya tahan tubuh seseorang rendah atau ditemukannya luka pada kulit sehingga jamur dapat dengan mudah menembus sistem ketahanan tubuh.

Infeksi jamur candida erat kaitannya dengan daya tahan tubuh seseorang. Apabila daya tahan tubuh melemah, maka jamur candida akan dengan mudah berkembang. Bayi yang baru lahir, anak-anak, pasien intensive care unit (ICU), dan pasien pasca operasi adalah orang-orang yang paling berisiko tinggi terkena penyakit ini.

Untuk penderita dengan penyakit kronis seperti leukimia, diabetes mellitus, dan HIVS/AIDS bisa memperparah infeksi candida. Pemakaian obat tertentu dan gangguan kesehatan yang bisa menekan sistem kekebalan tubuh, dapat menyebabkan jamur tumbuh semkin banyak, khususnya pada bagian tubuh yang hangat dan lembab.

Jamur candida bisa menginfeksi tubuh dengan cara terbatas yaitu satu organ (lokal) atau menyebar ke seluruh tubuh (sistemik). Area yang paling sering terinfeksi oleh jamur candida ialah kulit, mulut, tenggorokan dan alat kelamin. Jika infeksi jamur candida masuk ke dalam sirkulasi darah maka bisa menimbulkan infeksi yang sifatnya sistemik.

Penyebab dan Faktor Risiko Candidiasis

Dalam keadaan normal, memang jamur candida sudah ada dalam permukaan kulit manusia. Namun apabila tumbuh dan berkembang secara berlebihan, terlebih di bagian tubuh yang lembab, jamur ini mampu memicu terjadinya infeksi. Beberapa faktor yang diyakini mampu meningkatkan risiko infeksi jamur, yaitu:

  • Usia, jamur candida lebih sering menginfeksi bayi dan lansia. Misalnya, adanya ruam popok pada bayi.
  • Sistem imun tubuh yang lemah, contohnya penderita HIV, pasien yang melakukan kemoterapi dan pemakaian steroid.
  • Penyakit jangka panjang atau kronis, misalnya diabetes mellitus.
  • Pemakaian obat-obat tertentu, misalnya antibiotik.

Gejala Candidiasis

Berikut ini merupakan gejala dari infeksi candida yang sering muncul, antara lain :

  • Oral Candidiasis

Umumnya, tidak ditemukan adanya oral candidiasis pada orang dewasa sehat. Biasanya, infeksi oral candidiasis ditemukan pada orang usia lanjut, bayi, orang dengan HIV/AIDS atau penyakit yang menekan daya tahan tubuh lainnya. Penderita asma yang kerap menggunakan inhaler termasuk golongan streoid juga sangat berisiko terkena infeksi oral candidiasis.

Tanda dan gejala infeksi oral candidiasis yaitu adanya bercak-barcak putih pada rongga mulut dan lidah, mukosa mulut tampak kemerahan, sakit tenggorokan, dan gangguan menelan.

Untuk meredakan oral candidiasis, harus mengonsumsi obat-obatan anti-jamur sesuai anjuran dokter. Obat-obatan bisa berupa obat kumur atau obat oral, jika infeksi sudah sangat memburuk bisa diberikan obat anti-jamur lewat pembuluh darah atau dikenal intravenous.

  • Vaginal Candidiasis

Wanita lebih sering mengalami infeksi jamur candida jenis ini dibandingkan dengan pria. Infeksi yang terjadi di area vagina tersebut dikenal dengan vaginitis. Hal ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur.

Biasanya, vaginal candidiasis mudah berkembang akibat dari pemakaian antibiotik dan obat-obatan golongan steroid tanpa terkendali. Dalam masa kehamilan, menstruasi, pemakaian pil KB, dan menopause juga bisa meningkatkan risiko terjadinya vaginal candidiasis.

Gejala yang muncul seperti iritasi pada area vagina dan sekitarnya, rasa gatal di area vagina, keputihan, merasa sakit ketika berkemih serta sakit ketika melakukan aktivitas seksual. Meskipun jarang terjadi pada pria, biasanya infeksi candida terjadi pada pria yang tidak disirkumsisi. Masalah yang muncul seperti gatal, kemerahan dan merasa panas di ujung penis.

Jika salah satu pasangan terkontaminasi infeksi jamur candida pada alat kelaminnya, untuk keselamatan bersama sebaiknya menjalankan terapi agar tidak saling menularkan dan menghambat terjadinya infeksi berulang.

  • Diaper Rash

Diaper rash adalah istilah yang dipakai untuk area genital bayi yang teriritasi akibat dari penggunaan popok. Infeksi jamur candida bisa menimbulkan ruam popok karena area tersebut sangat lembab, tetapi tidak semua diaper rash disebabkan oleh infeksi jamur candida.

Tanda atau gejala dari diaper rash yaitu berupa bercak kemerahan di area yang tertutup popok bayi dan bintik putih yang berisikan cairan yang mudah pecah. Terapi yang bisa dijalankan untuk menyingkirkan diaper rash akibat dari infeksi jamur candida ialah dengan cara mengoleskan krim anti-jamur yang telah diresepkan dokter atau dapat mengganti popok lebih sering supaya area genital bayi tidak lembab.

  • Cuaneous Candidiasis

Daerah yang sering terkena infeksi jamur candida adalah daerah yang lembab dan daerah yang terdapat lipatan seperti lipatan paha, ketiak, lipatan bawah payudara wanita dan lipatan tubuh lainnya. Kulit kemerahan dan gatal merupakan gejala utama dari infeksi candida. Pada sebagian kasus kulit bisa menjadi pecah-pecah dan terasa sakit.

Setiap infeksi yang disebabkan oleh jamur harus diobati oleh obat anti-jamur. Namun, gejala infeksi kulit hampir sama antara satu dengan lainnya, termasuk infeksi candida oleh sebab itu Anda harus memeriksakan diri kepada dokter agar memperoleh terapi yang tepat.

  • Candidemia

Candidemia bisa terjadi jika sistem kekebalan tubuh terus menerus menurun akibatnya infeksi jamur tetap berlanjut. Jamur candida bisa masuk ke dalam pembuluh darah dan ikut terbawa oleh sirkulasi masuk ke organ-organ lain. Orang yang berisiko terserang candidemia yaitu pasien-pasien ICU, pasien post-operasi, pasien yang terpasang kateter, dan bayi lahir dengan bobot yang sangat rendah.

Gejala candidemia pada umumnya yaitu demam disertai menggigil. Akan tetapi, masih bisa disertai oleh gejala lain yang sangat bervariatif tergantung dari organ yang terinfeksi. Otak, ginjal, mata, dan jantung merupakan organ yang paling sering terinfeksi. Jika telah menyebar di dalam pembuluh darah, maka hal ini bisa sangat membahayakan nyawa penderitanya

Itulah sedikit hal tentang Penyakit Kulit Jamur Candida dari mulai pengertian, penyebab, gejala hingga pengobatannya. Semoga postingan ini dapat menambah wawasan pembacanya. Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung bersama kami di Facebook Twitter & Google+

Post by : Berita Harian

Penyakit Kulit Jamur Candida

Updated: 08/03/2017 — 4:44 PM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Beritaharianmu.com © 2017 Frontier Theme